Tanjung, sekata – Kelangkaan, keterbatasan sekaligus jauhnya selisih harga BBM Bersubsidi berimbas pada padatnya antrean kendaraan di hampir semua SPBU yang menyalurkan minyak bersubsidi jenis bio solar maupun pertalite.
Menyikapi hal tersebut Pemdakab( pemerintah daerah kabupaten) melalui bupati kabupaten Tabalong dengan menggandeng unsur Pimpinan kabupaten (upika) mengeluarkan himbauan yang ditempelkan/ dipajang pada setiap SPBU yang ada di kabupaten Tabalong.
Salah satu SPBU yang berada dipinggir kota Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong ,tepatnya di Pom bensin Laburau kepada media ini mengatakan pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite dari Pertamina bisa berkisar 19 sampai 20 Tangki perbulan” Sebulannya antara 19- 20 tangki kita menyalurkan Pertalit” Ujar Aris yang bertugas sebagai Pengawas di SPBU laburau.
Ia menambahkan pasokan minyak termasuk lancar dari Pertamina namun dengan adanya himbauan dari Bupati pembelian dibatasi” Distribusi sejauh ini lancar saja, namun kita terapkan himbauan Bupati dengan batasan maksimal pengisian BBM untuk kendaraan. Bagi sepeda motor hanya diisi sebanyak 7 liter saja, sedangkan mobil dibatasi sebanyak 20 Liter.”Beber aris menjelaskan.
Dari pantauan media ini, di SPBU laburau (10/8) sekitar jam 1 siang BBM Bersubsidi sudah habis Terjual, tampak petugas hanya melayani pengisian BBM jenis Pertamax.
Sampai berita ini dimuat, belum ada keterangan dari Bupati Tabalong terkait himbauan Pembatasan ini. Tim/ ks