Kalsel, Sekata – Pemandangan antrean kendaraan di beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) kini sudah menjadi hal yang lazim di sejumlah kabupaten. Antrean terjadi baik di SPBU yang menyalurkan BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
Menurut salah seorang manajemen SPBU di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Haer, sejauh ini SPBU Gambah, tempatnya bertugas, masih menyalurkan BBM kepada masyarakat hingga pukul 22.00 Wita. Namun, BBM yang masih tersedia pada malam hari umumnya merupakan jenis non-subsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.
“SPBU selalu menyediakan BBM hingga pukul 22.00 Wita. Namun, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite, biasanya sudah habis sejak pagi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pasokan Pertalite bersubsidi dari Pertamina telah berkurang. Bahkan, pasokan BBM bersubsidi lainnya, seperti Bio Solar, juga mengalami pengurangan.
“Kami hanya menerima sekitar delapan tangki setiap bulan. Sebelumnya kami bisa menerima hingga 25 tangki dari Pertamina, tetapi sekarang jumlahnya jauh berkurang,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Ahmad, salah seorang pengawas SPBU AKR di Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, mengatakan bahwa SPBU tersebut khusus menyalurkan BBM bersubsidi jenis Bio Solar. Menurutnya, hingga saat ini pasokan Bio Solar masih tetap normal.
“Pasokan Bio Solar kepada kami masih aman. Walaupun antrean selalu padat, kami berupaya agar tetap tertib dan lancar,” paparnya.
Namun, berdasarkan pantauan media ini, di sejumlah SPBU, baik yang dikelola langsung oleh Pertamina maupun yang bekerja sama dengan pihak swasta di berbagai kabupaten, masih banyak masyarakat yang mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Berbeda dengan kondisi di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Di kedua kota tersebut, hampir seluruh SPBU masih menyediakan BBM bersubsidi maupun non-subsidi. Antrean kendaraan di SPBU juga terlihat relatif normal dan tidak terlalu panjang.
Hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan maupun keterangan resmi dari pihak PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan.
Tim Kas